KENANG
Sore itu hujan,
Kanak-kanak
berlarian membawa bola air
Saling melempar dan memburu
Berangan tentang dunia tiada akhir
Bibir-bibir
itu kudapati sudah membiru
Tapi mantra hujan membuat lupa omelan Bunda
Alih-alih
masuk ke dalam rumah, berteduh
Mereka lebih menikmati hawa dingin yang menembus rangka
Mereka
adalah pemandangan yang kusuka
Mengundang mata untuk terus menatap
Memaku tubuh untuk diam menetap
Di balik bingkai jendela
Ku temui tawa yang sampai ke sudut mata
Bukan tawa
orang dewasa yang penuh pura-pura
Tapi, ada
satu hal yang mengganggu
Adalah
ketika mataku mengerjap
Seketika
kudapati anak-anak itu telah lenyap
Dan aku
kembali terlempar dalam pusaran waktu
Aku kembali…
Menyadarkan
diri atas semua hal yang telah tuntas terlewati
Kini yang
kutemui hanyalah elegi
Pengantar
dimulainya bab baru setelah merasakan manisnya gulali
- Sen


Comments
Post a Comment